Ditjen Imigrasi Tahan WN India atas Dugaan Pelanggaran Keimigrasian dan Pidana

Warga Negara India yang diduga melakukan pelanggaran pidana dan keimigrasian

JAKARTA (KM) – Direktorat Jenderal Imigrasi memeriksa Warga Negara Asing yang diduga menyalahgunakan izin keimigrasian. Dari surat perintah yang beredar menyebutkan bahwa Direktur Penindakan dan Keimigrasian memerintahkan 5 orang melakukan tugas pengawasan keimigrasian terhadap keberadaan dan orang asing yang di duga tidak sesuai ijin keimigrasian di PT Karya Putra Borneo (KBP), yang beralamat di menara Prima 15th floor unit A, B dan D, Jalan Dr Ide Anak Agung Gde Kav 6.2, kawasan Mega Kuningan, Jakarta.

Kabag Humas dan Umum Dirjen Imigrasi Agung Sampurno mengatakan, penyidik imigrasi telah melakukan pemeriksaan dokumen WNA atas nama Bharat Kumar Jain.

“Jadi orang asing atas nama tersebut, saat ini sedang dilakukan penyidikan oleh penyidik imigrasi terkait keberadaanya di Indonesia,” ujar Agung pada hari Rabu 11/10.

Penyidikan itu, lanjut Agung, diarahkan kepada legalitas ijin tinggal dan keberadaannya sedang didalami karena ada hal yang perlu diverifikasi antara informasi yang dia berikan ketika dulu mengajukan ijin tinggal dengan fakta di lapangan, karena diduga ada penyalahgunaan ijin tinggal, baik dia sebagai orang asing maupun statusnya yang bekerja di suatu perusahaan. 

“Ya itu sedang di dalami sejauh mana hasil pendalaman itu, tentu nanti penyidik. Tapi sepertinya ini kasus menyalahi ijin tinggal dan tinggal penyidik nantinya mencari barang bukti lainnya,” katanya.

Terkait upaya pencegahan terhadap orang asing yang menyalahi aturan, Agung menjelaskan prosedurnya.

“Kalau ada orang asing yang diduga menyalahgunakan ijin keimigrasian, dia akan dimintai keterangan. Nah selama dimintain keterangan yang bersangkutan tidak boleh pulang, entah itu satu atau dua hari,” sambungnya. 

Tapi, lanjut Agung, belum termasuk kategori detention karena kalau detention itu artinya sudah ada tindakan administrasi keimigrasian.

“Kalau ini belum, karena baru di dalami dengan dugaan melakukan penyahlagunaan keimigrasian. Untuk masalah pencekalan nanti setelah ditemukan barang bukti yang cukup dan ditemukan kesalahannya apa baru dikeluarkan tindakan administrasi keimigrasian yang bunyinya macam-macam bisa pembatalan, pencabutan ijin tinggal, bisa juga ditahan di rumah detention, sampai bisa juga dilakukan deportasi atau dimasukkan dalam daftar penangkalan, artinya orang ini tidak boleh masuk lagi,” paparnya.

Menurut Agung, masalah ini bukan paspor, tapi ijin tinggalnya diduga disalahgunakan.

“Kami mengkroscek perusahaan dan sponsor benar tidak, karena kita ada temuan awal dan bisa juga kami menindak. Secara pro justicia dan ini sedang kami dalami,” pungkasnya.

Sementara itu, Bharat juga dilaporkan ke Kepolisian atas beberapa dugaan kasus, diantaranya, laporan Polisi di Polres Karawang dengan nomor STTL/2349/X/2017/JABAR/RES. KRW dengan sangkaan tindak pidana pemalsuan dan/atau menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam suatu akta autentik.

“Diduga memberi keterangan PALSU dalam akta otentik, KUHPidana pasal 263 dan 266, karena adanya perbedaan antara paspor Bharat Kumar Jain nomor M8121829 di dalam akta, dengan paspor Bharat Kumar Jain yang berlaku sejak 5 April 2017 nomor Z4203441,” jelas Giovano Matindas Sumakul dalam laporanya.

Laporan terkait dengan WN India tersebut juga ada di Polda Metro Jaya dengan nomor TBL/4495/IX/2017/PMJ/Dit.Reskrimsus dengan sangkaan tindak pidana informasi dan transaksi elektronik pasal 30 ayat (1) Jo pasal 46 ayat (1) dan atau pasal 30 ayat (2) Jo pasal 46 ayat (2) dan atau pasal 38 ayat (2) Jo pasal 48 ayat (2) UU RI No.19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No.11 Tahun 2008 tentang ITE.

Bareskrim Mabes Polri juga menerima laporan atas dugaan tindak pidana penipuan yang dilakukan Bharat Kumar Jain,dkk dengan Laporan Polisi nomor LP/964/IX/2017/Bareskrim dengan tanda bukti nomor TBL/649/IX/2017/Bareskrim.

Dengan sangkaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sebagaimana di maksud dalam pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP.

Reporter: Is
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*