Kantor Imigrasi Bogor Minta Pemkot Bangun Penampungan yang Memadai bagi Imigran Gelap

Kantor Imigrasi Kota Bogor (dok. KM)
Kantor Imigrasi Kota Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM)  – Pihak pemerintah kini menghadapi kesulitan dalam menangani imigran ilegal, khususnya terkait penampungan yang memadai bagi mereka sebelum proses deportasi maupun suaka.  Terkait itu, Pihak Kantor Imigrasi Kelas I Bogor mengakui adanya segudang kendala teknis yang menjadi permasalahan imigrasi akibat tidak adanya penampungan yang memadai.

“Salah satunya masalah keterbatasan ruang penampungan para pelanggar keimigrasian. Bahkan di kantor kami hanya dapat menampung tiga sampai lima orang. Makanya diharap Pemda dapat menyediakan fasilitas sementara untuk para imigran,” harap Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Bogor, Herman Lukman kepada kupasmerdeka.com, Jum’at (20/01/2017).

Kata Herman, ada tiga zona imigran di wilayah Kabupaten Bogor yang telah dipetakan yakni kawasan Cisarua, Megamendung dan Ciawi.

Advertisement

“Dan wilayah lainnya masih dalam tahap pendataan yang dilakukan Tim Pengawas Orang Asing (Pora). WNA yang mendominasi tiba di Indonesia diantaranya, rata-rata dari Tiongkok, Korea Selatan dan Jepang. Untuk awal tahun ini kita berkoordinasi dengan tim Pora untuk menggalakan pengawasan perusahaan yang memperkerjakan TKA,” jelas Herman.

Menurut Herman,  deportasi terhadap 12 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang terjaring di pertambangan Cigudeg menjadi pembuka gelombang pengusiran imigran ilegal di awal 2017 ini. Bahkan sepanjang 2016 lalu, Kantor Imigrasi Kelas I Bogor telah mendeportasi 69 Warga Negara Asing (WNA). (pend/dedi)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: