Setahun Setelah Longsor Cibunian Akibat Proyek PLTM JDG, Ganti Rugi Masih Belum Jelas

saluran air tertutup lumpur di cibunian
Saluran air yang tertimbun lumpur akibat longsor yang terjadi di Desa Cibunian, Pamijahan, 22 November lalu (dok. KM)

BOGOR (KM) – Memasuki kurun waktu satu tahun, tuntutan ganti para petani ikan terhadap PT. Jaya Dinamika Geohidroenergy (JDG) masih belum terealisasi. Buntutnya, para petani ikan itu akan melakukan aksi ke Pemkab Bogor, mendesak Bupati Bogor, untuk turun tangan memfasilitasi dialog antara para petani dengan pihak perusahaan.

“Tanggal 22 November ini, tepatnya satu tahun tuntutan para petani ikan yang terkena dampak bencana alam akibat aktivitas PT. JDG. Para petani pun akan menggelar demo ke Bupati,” ujar Aria Suryadinata, Humas Paguyuban Petani Ikan Cibunian kepada Kupas Merdeka, Senin 21/11.

Menurutnya, selama satu tahun tanpa lelah para petani ikan terus melakukan tuntutan terhadap perusahaan energi listrik itu.

“Hal ini sudah kami sampaikan ke pihak DPRD maupun pemerintah daerah. Ternyata mereka hanya pandai bicara saja,” kesalnya.

Bahkan dalam hal ini, lanjut dia, WALHI Jabar pun turun tangan dengan melakukan kajian.

“Hasilnya jelas banyak pelanggaran pelanggaran dalam temuan tersebut. Ironisnya, pemerintah daerah terkesan tutup mata,” tegasnya.

Terpisah, Ketua KNPI Pamijahan, Burhanudin, menyayangkan sikap Pemda dan DPRD Bogor.

“Bupati Nurhayanti jangan tutup mata dan harus tegas menyikapi persoalaan rakyatnya. Sebab dalam hal ini, dibutuhkan campur tangan pemegang kebijakan,” kesalnya.

Sebab, setahun ini nasib para petani ikan terkatung-katung tanpa ada kejelasan dari PT. JDG.

“Sekali lagi dalam hal ini diperlukan keterlibatan pemerintah daerah untuk menjembati masalah ini,” pungkasnya.

Setahun yang lalu, hujan deras dengan intensitas tinggi mengakibatkan terjadinya bencana alam di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor. Selain puluhan rumah warga ambrul akibat longsor, juga terdapat puluhan kolam miliki para petani ikan tertutup lumpur serta material. Kuat dugaan longsor tersebut akibat adanya aktivitas PT JDG. Alhasil para petani ikan pun menuntut ganti untung senilai Rp 6,3 miliar.

“Pada bulan puasa kemarin pihak perusahaan akan memberikan uang kerohiman Rp 750 juta. Karena tidak sesuai dengan tuntutan akhir uang tersebut ditolak. Nah, untuk warga yang rumahnya rusak pihak perusahaan akan membantu. Namun sekarang kami belum tahu lagi infonya,” ujar Yudi H., Kasie Ekbang Kecamatan Pamijahan. (Dian Pribadi)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*