Ketua Komisi 4 DPRD dan Kades Cijujung Kunjungi Warga Kampung Cisasak yang Terkena Penyakit Kulit

Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Bogor, Wasto, saat meninjau penanganan penderita penyakit kulit akibat pencemaran air sumur oleh limbah dari TPA Galuga di Desa Cijujung, Cibungbulang 12/10 dok. Dian/KM)
Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Bogor, Wasto, saat meninjau penanganan penderita penyakit kulit akibat pencemaran air sumur oleh limbah dari TPA Galuga di Desa Cijujung, Cibungbulang 12/10 dok. Dian/KM)

BOGOR (KM) – Meninjak lanjuti laporan banyaknya warga Kampung Cisasak yang terjangkit penyakit kulit dan gatal-gatal, petugas UPF Puskesmas Cijujung dan Kepala UPT Puskesmas Cibungbulang Jams Tambunan, turun langsung memeriksa dan memberikan pengobatan kepada warga yang terkena dampak air limbah TPA Galuga. Tak ketinggalan pula ketua komisi 4 DPRD Kabupaten Bogor Wasto didampingi Kades Cijujung Iwan Setiawan datang ke tengah-tengah masyarakat yang sedang diperiksa dan diobati oleh petugas kesehatan, berdialog dengan para penderita, kemarin, Rabu (12/10).

“Saya sudah berdialog dengan warga dan berdiskusi dengan dokter. Ini penting, bagaimana pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor untuk menyediakan sarana air bersih, kasihan warga yang terkena gatal-gatal dan penyakit kulit yang berbekas tidak bisa hilang,” ujar ketua Komisi 4.

“Ini harus jadi pantauan dan perhatian yang kontinyu dari pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor, termasuk berbagai kewajiban, tanggung jawab pemerintah terkait kesehatan lingkungan. Ini cukup jadi perhatian serius,” tegas Wasto menambahkan,

Seorang ibu memperlihatkan luka-luka  yang diderita anaknya akibat penyakit kulit yang diduga sebab pencemaran MCK oleh air limbah TPA Galuga dok. KM)

Advertisement
Seorang ibu memperlihatkan luka-luka yang diderita anaknya akibat penyakit kulit yang diduga sebab pencemaran MCK oleh air limbah TPA Galuga dok. KM)

Dari pantauan dan investigasi KM, ternyata masyarakat menggunakan air sumur yang sudah tercemari atau terkontaminasi, khususnya air yang berasal dari mata air sumur yang mereka pergunakan untuk mandi cuci kakus dekat samping saluran pembuangan air limbah TPA Galuga.

“Mungkin air sumur saya terkena air limbah, sudah sebulan anak saya menderita gatal-gatal, koreng, mohon perhatian yang serius dari pemerintah untuk menanggulangi kalo hujan banjir, air ini masuk ke rumah,” tutur Mulyati, warga Kampung Cisasak yang kedua anaknya terkena penyakit.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala UPT. Puskesmas Cibungbulang Jams Tambunan, mengintruksikan jajarannya untuk melakukan penanggulangan langsung, memberikan pengobatan dan dalam satu minggu kedepan akan terus dipantau di lapangan.

“Tim Kesling akan melakukan penyuluhan, serta akan melakukan uji Lab dan kita juga meminta bantuan obat-obatan. Menurut analisa saya, dalam pelaksanaan pembangunan tidak dipikirkan kajian dampak lingkungannya sehingga limbah masuk dan mencemari lingkungan masyarakat,” kata Jams.(Dian Pribadi)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*