Masyarakat Desa Rulung Raya Meriahkan 17 Agustus, Kades Enggan Berikan Bantuan

Seni Tari Jaran Kepang Tresno Budoyo (dok. KM)
Seni Tari Jaran Kepang Tresno Budoyo (dok. KM)

LAMPUNG (KM) – Bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71, Desa Rulung Raya kecamatan Natar, kabupaten Lampung Selatan, mengadakan berbagai jenis perlombaan dan permainan masyarakat. Desa ini terdiri dari 8 dusun dan dipimpin oleh Kepala Desa Maryoto.

Menurut keterangan beberapa kepala dusun, perlombaan-perlombaan yang diadakan murni dari dana swadaya masyarakat. “Maryoto sebagai Kades tidak pernah memberikan support dalam bentuk dana, padahal ini adalah untuk meramaikan pesta rakyat supaya warga sekitar menjadi ramai dan meriah,” ketus salah satu kadus (kepala dusun) yang enggan disebut namanya.

Adapun perlombaan yang diadakan oleh masyarakat dalam pantauan team Kupas Merdeka diantaranya lomba pindah telur puyuh dengan menggunakan sumpit, bola tendang ibu-ibu rumah tangga, dan pertunjukan seni tari kuda lumping yang dibawakan oleh Sanggar Tresno Budoyo. Menurut informasi Wiji Purnomo, pemilik Sanggar Tresno Budoyo, dirinya bersama 25 orang anak buahnya kerap diundang oleh beberapa desa untuk memeriahkan perayaan 17 Agustus, bahkan terkadang sampai ke wilayah luar kabupaten lampung selatan. Namun dirinya  menyayangkan kepala desa Maryoto tidak pernah ikut menyaksikan kegiatan ini.

Advertisement

Saat Team KM menyambangi kediaman Maryoto, dirinya membantah pihaknya tidak mendukung acara perayaan rakyat tersebut. “Beberapa tahun yang lalu desa pernah memberi bantuan dana untuk perayaan lomba 17an namun banyak kadus (kepala dusun) tidak bisa memberikan rincian pengeluaran dana yang sudah diberikan, sehingga saya khawatir dengan pertanggung jawabannya,” tegas Maryoto. (Gie/Arnadi)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*