Pembangunan Sekolah Mangkrak Terus, Disdik Depok Dituding PHP

Proyek pembangunan SDN Curug 2 Cimanggis, Depok, yang kini mangkrak (dok. KM)
Proyek pembangunan SDN Curug 2 Cimanggis, Depok, yang kini mangkrak (dok. KM)

DEPOK (KM) – Depok sebagai kota satelit bagi ibu kota memang cukup berkembang dengan pesat. Depok kerap juga disebut kota sejuta mahasiswa. Bahkan kota Depok kerap meraih penghargaan dari berbagai elemen, bahkan kementrian. Namun sangat ironi ternyata ternyata penghargaan ini sepertinya jauh panggang dari api. Sedikitnya 13 sekolah di Kota Depok mulai dari SD sampai SMA, pembangunannya terhenti atau mangkrak, karena pihak pengembang atau kontraktor mangkir dan tidak dapat menyelesaikan pengerjaannya tepat waktu.

Informasi di berbagai media terkait mangkirnya para kontraktor yang menyebabkan banyaknya pembangunan sekolah yang mangkrak tampaknya tidak semuanya benar. Kupas Merdeka mencoba mengupas hal yang sepertinya ganjil ini.

Menurut salah satu pengembang yang berhasil dikonfirmasi yang enggan disebut namanya, para kontraktor itu diberikan SPK (Surat Perintah kerja) pada bulan November di tanggal 28, menelang Desember, “jadi praktis kami hanya deberi waktu pengerjaan 25 hari, yang dipastikan jelang akhir tahun tutup anggaran. Saat memasuki tahun baru otomatis harus menunggu tender ulang yang gak tau sampai kapan.”

Dengan nada kesal dirinya menuding ada unsur kesengajaan SPK diterbitkan di tanggal yang mepet dengan waktu akhir anggaran, “dan kami pun dibayarkan setelah pengerjaan tuntas.”

Advertisement

Hal senada pun diungkapkan oleh beberapa kepala sekolah yang gedungnya mangkrak. “Ya para pengembang mulai mengerjakan di tanggal 28 November 2015,” jelas salah satu kepala sekolah.

Saat ditanyakan apakah sudah ada jawaban dari pihak Sarpras (Sarana prasarana) Disdik kota Depok, jawaban yang ia dapatkan dari Kasi Sarpras TK/SD/SMP, Wahyu Hidayat, adalah, “pasti akan diselesaikan sebelum bulan Mei di tahun ini karena akan di gunakan UN (Ujian Nasional).”

Sebelumnya, Wahyu mengungkapkan kepada media pada Januari silam bahwa pembangunan gedung sekolah harus dilanjutkan karena para siswa akan menghadapi UN.

“Yang pasti pembangunannya harus dilanjutkan, karena bulan Mei mendatang ada UN. Ini yang terpenting agar siswa bisa nyaman belajar untuk mengikuti UN,” kata dia.

Merespon pernyataan itu, kepala sekolah menuding Disdik sebagai “pemberi harapan palsu”.

“Tapi nyatanya kita hanya di beri harapan-harapan palsu yang tidak kunjung datang,” tegas kepala sekolah dengan kesal. (Gie)

Advertisement
Komentar Facebook

1 Trackback / Pingback

  1. Kadisdik Depok Lakukan Sidak, Tinjau Proyek Sekolah yang Mangkrak – KUPAS MERDEKA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*