Aktifitas Proyek Tol Bocimi Timbulkan Polusi, Pelaksana Proyek Tutup Mata

Pekerjaan Perataan Tanah dalam proyek pembangunan tol Bocimi menyebabkan gumpalan tanah kering menutupi jalan Cigombong, menyebabkan debu saat panas dan lumpur saat hujan (dok. KM)
Pekerjaan Perataan Tanah dalam proyek pembangunan tol Bocimi menyebabkan gumpalan tanah kering menutupi jalan Cigombong, menyebabkan debu saat panas dan lumpur saat hujan (dok. KM)

BOGOR (KM) – Aktifitas pekerjaan proyek jalan Tol Ciawi-Sukabumi (Bocimi) ditengarai merugikan warga dan pengguna jalan. Gumpalan tanah dari truk pengangkut yang terhampar di permukaan jalan raya dibiarkan begitu saja, sehingga memicu jalan jadi berdebu saat cuaca panas dan berlumpur ketika turun hujan. Ironisnya, pelaksana pekerjaan proyek bersikap masa bodoh dengan kondisi yang terjadi.

Pengendara yang melintas di jalan raya HR. Edy Sukma, tepatnya di ruas jalan antara Bojong Kiharib sampai ruas jalan Bata Alam Lido, Cigombong, Kabupaten Bogor, dibuat repot oleh debu dan lumpur yang disumbang oleh PT Penata, sebuah perusahaan jasa pekerjaan perataan tanah (Cutt and Fill) di proyek jalan Tol Bocimi.

“Kondisi ini sangat mengganggu aktifitas kami. Saat turun hujan, jalan jadi sangat licin akibat banyaknya lumpur tanah proyek. Bahkan sudah banyak korban pengendara sepeda motor yang terjatuh. Kalo kemarau, jalur ini udah kayak gurun pasir yang diselimuti debu tanah kering”, ujar Wahyu, pengendara sepeda motor, warga Cigombong, kepada Kupasmerdeka.com, Selasa (3/5/16).

Sementara itu, warga Cigombong – Lido hingga Bata Alam mengaku sangat dirugikan oleh dampak dari pembiaran yang dilakukan oleh PT Penata. “Jelas kami dirugikan lah, seenaknya saja PT Penata membiarkan tanah – tanah yang berserakan dijalan itu hingga jadi dampak buat kami. Anda bisa liat sendiri tanah tebal dan lumpur yang terbawa air hujan dari lokasi proyek ke halaman rumah kami”, kata Deni warga Lido Cigombong dengan berangnya.

Advertisement

Saat dikonfirmasi hal tersebut usai pertemuan dengan perwakilan warga yang protes, perwakilan PT Chung Ma, perusahaan yang memberi pekerjaan kepada PT Penata, mengaku sudah berulangkali mengingatkan kepada PT Penata agar bekerja profesional. Terlebih, dalam menyikapi berbagai keluhan dari warga yang terdampak oleh pekerjaannya.

“Jujur saja kami juga kesal dengan pola kerja PT Penata. Kami sudah berulangkali ingatkan baik secara lisan maupun surat agar bekerja profesional dengan memperhatikan dan memenuhi tata aturan kerja, salah satunya savety di lokasi pekerjaannya. Tapi bukannya direspon, yang ada malah ngeyel. Ya akhirnya kami juga yang kena serangan protes warga”, ungkap Joko, Staf PT. Chung Ma.

Sementara itu, wakil PT Penata Maryadi tidak dapat berbuat banyak saat dicecar oleh berbagai aspirasi yang disampaikan perwakilan warga dalam forum pertemuan di ruang rapat PT Chung Ma. “Kami akan sampaikan aspirasi bapak-bapak kepada atasan kami,” kata Maryadi.

Usai pertemuan itu, perwakilan PT. Chung Ma, PT. Penata dan perwakilan warga menuju lokasi pengupasan tanah. Kedua wakil perusahaan berkomitmen untuk menghentikan sementara kegiatan pengangkutan tanah, hingga tanah dan lumpur yang berserakan di jalan raya dibersihkan. “Kami akan hentikan kegiatan pengangkutan tanah untuk membersihkan jalan”, tandas kedua wakil perusahaan.

Meski kegiatan dihentikan selama satu hari, namun material tanah dan lumpur yang mengotori sepanjang jalan Cigombong, hingga kini masih dibiarkan begitu saja. (Raden)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*