Ojek Pangkalan kampus IPB Terancam Tidak Akan Beroperasi Lagi

Ojek Pangkalan atau OPAL di kampus IPB (dok. KM)
Ojek Pangkalan atau OPAL di kampus IPB (dok. KM)

DRAMAGA (KM) – Wacana penghapusan pangakalan ojek yang berada di dalam kampus IPB digulirkan karena dugaan motor para ojek tersebut mengeluarkan polusi yang menghambat program green campus (penghambatan penghijauan) di area kampus IPB, mengingat kampus tersebut merupakan kampus yang mengedepankan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Menurut salah satu tukang ojek, Mawan (40) warga Ciberem, Desa Nenglasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, terpaksa nantinya para ojek yang berjumlah 219 ojeker tidak akan beroperasi di dalam areal kampus. “Kami dilarang beroperasi lagi oleh perusahan BLST (perusahan swasta -red) yang mengelola tranportasi dan
parkir di lingkar kampus IPB,” ujarnya kepada KM, Selasa 1/3.

Perusahan BLST yang berkantor di wilayah Bogor itu, menurut Mawan, telah memberikan surat teguran kepada paguyuban ojek dengan ciri helm berwarna kuning tersebut. “Secara tertulis kami diberi surat teguran untuk tidak beroperasi lagi,” katanya.

Meskipun para ojek diminta untuk tidak beroperasi lagi, para ojek tersebut sempat ditawari untuk bekerja di kampus IPB. Namun para ojek enggan menerima begitu saja.

“Kami juga diajak untuk bekerja disini, tapi kami berpikir karena gajinya cuma 750 ribu per bulan untuk jadi tukang sapu,” katanya.

Harapan para  Opal IPB yang sudah 13 tahun mangkal itu agar pihak perusahaan dan kampus bisa memaklumi mereka yang hanya tukang ojek yang membutuhkan biaya sehari-hari.

Terpisah, Abdul Malik aktivis mahasiwa Islam yang juga Mahasiwa IPB menuturkan alasan agar para ojek yang berada di dalam kampus itu dihapus merupakan alasan yang dinilai kurang tepat. “Saya pikir dilarangnya para ojek itu untuk tidak beroperasi lagi kurang rasional, kan mobil-mobil dan kendaraan mahasiwa tiap hari lalu lalang di sekitar kampus kalau itu memang benar penghapusan karena adanya polusi yang di hasilkan dari motor para ojek,” katanya lewat sambungan telepon. (dian pribadi)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*