Diduga Menjual Tanah Milik Warga, Kepala BPN Kabupaten Bogor: Itu Tidak Benar dan Fitnah

Ilustrasi Seripikat Hak Milik tanah (stock)
Ilustrasi Seripikat Hak Milik tanah (stock)

BOGOR (KM) – Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor, H. Muhammad Amin Arsyad, angkat suara berkenaan dengan dugaan penjualan Sertifikat Hak Milik Tanah (SHM) milik warga Desa Nagrak, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor ke salah satu perusahaan properti, yang mengarah kepadanya.

Amin Arsyad membantah keras bahwa dirinya telah menjual tanah seperti yang telah dituduhkan oleh satu satu masyarakat Desa Nagrak itu yakni Jantje Manesah Agung. Titik permasalahan bermula ketika pihaknya dianggap telah menjual tanah yang dimiliki warga tersebut seluas 63.940 dan 21.980 meter persegi kepada pihak PT. Kencana Jaya Properti Agung.

“Semua perkataan orang itu dan pemberitaan di media massa, saya tegaskan itu semua tidak benar dan saya anggap fitnah,” tegas Amin ketika dikonfirmasi KM melalui pesan singkat, Senin (29/02/16).

Sebelumnya, dikutip dari media online lokal di Bogor menyatakan bahwa salah satu pemilik lahan, Jantje Manesah Agung, menuturkan jika tanah yang dimilikinya seluas 63.940 dan 21.980 meter persegi itu belum pernah dialihkan atau dijualbelikan kepada pihak manapun dan siapapun. Anehnya, kata Jantje, tanah tersebut kini sedang dalam proses balik nama kepada PT. Kencana Jaya Properti Agung.

Adapun dasarnya, perusahaan tersebut memperoleh lahan itu dari Amin Arsyad yang tak lain adalah Kakan BPN Kabupaten Bogor. Sementara, Amin Arsyad diduga memperoleh lahan tersebut dengan cara ilegal dengan merubah hak milik menjadi tanah negara dan kemudian dioperalihkan ke PT tersebut.

“Saya sama sekali belum pernah menjual atau memindahkan haknya ke siapapun termasuk ke PT. Kencana Jayaproperti Agung,” kata Jantje.

Jantje menduga, karena nilai ekonomis yang tinggi itulah, sehingga membuat Amin Arsyad melakukan hal demikian, dengan bukti-bukti yang diketahui pada warkah yang kini telah berubah, semula atas nama dirinya kini menjadi nama Amin Arsyad.

“Dalam warkah tersebut sempat saya foto terdapat nama Amin Arsyad yang sebelumnya tidak ada, dan saya sempat dihalang-halangi oleh sejumlah karyawan dan petugas keamanan,” ungkapnya.

Bukti bahwa tanah tersebut belum pernah beralih kepemilikan, lanjut Jantje, dapat dilihat dari hasil mediasi yang tertuang dalam berita acara gelar perkara kasus pertanahan nomor : 03/2015 terkait dengan permasalahan 12 sertifikat hak milik nomor 30, 74, 75, 76 (605), 77 (606), 78, 79 (607), 80 (608), 81, 82, 83, 84/Nagrak An.Niko AF Mamesah Dkk terletak di Desa Nagrak, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor yang digelar pada tanggal 18 Februari 2015. (Sahrul)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*