Tersisa 3 Bulan, Belasan Paket Proyek Pemkab Bogor belum Selesai Dilelang

BOGOR (KM) – Meski tahun anggaran 2015 tersisa sekitar tiga bulan lagi, namun ironisnya sampai sekarang masih ada belasan paket proyek yang belum rampung dilelangkan.

“Sampai dengan September ini, setidaknya ada 19 paket proyek yang belum dilelangkan, mayoritas berupa pengadaan,” kata Kepala Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (KLPBJ) Hendrik Suherman, kepada kupasmerdeka.com, Senin (28/9/2015) kemarin.

Hendrik, optimis belasan paket proyek sebelum akhir Desember tuntas dikerjakan, lantaran sebagian besar merupakat paket pengadaan.

“Kalau pengadaan kan tidak ribet seperti konstruksi, karena tinggal memindahkan saja barang dari pabrik atau distributor ke pengguna anggaran, paket pengadaan ini berupa alat peraga pendidikan dan buku, yang anggaranya berasal dari bantuan provinsi,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Hendrik, tim sedang melelangkan 92 paket yang terdiri dari 46 pengadaan barang 38 kontruksi dan delapan jasa konsultan.

“Dari total 1154 paket proyek di tahun 2015 1040 sudah selesai dan sekarang dalam pelaksanaan pekerjaan,” tegasnya.

Advertisement

Hendrik pada bagian lain mengklaim kantornya telah berhasil menghemat uang negara dari proses pelelangan sebesar Rp 192,2 miliar.

“Dari total Rp 1,3 triliun pagu anggaran untuk semua proyek, karena adanya penawaran, anggaran yang terealisasinya hanya Rp 1,1 triliun, artinya kami berhasil melakukan efisiensi sebesar 13,9 persen,” terangnya..

Terpisah, Anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bogor, H. Slamet Mulyadi menyesalkan masih adanya paket-paket proyek khususnya yang terkait pekerjaan fisik yang lelangnya terlambat.

“Ini seharusnya tak perlu terjadi, jika pengguna anggaran menyampaikan dokumen lelang sejak awal,” katanya.

Dampak dari lelang terlambat ini, menurut Slamet, sangat merugikan masyarakat, lantaran umumnya pekerjaan fisik itu berhubungan langsung dengan kebutuhan hidup orang banyak.

“Kasus yang terjadi di tahun 2015 harus dijadikan pelajaran oleh semua pengguna anggaran, kami tak ingin hal tersebut terjadi di tahun 2016 mendatang,” pungkasnya. (Harun)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*