Pabrik Produksi Miras Masih Beroperasi di Bulan Ramadhan

Pabrik miras di bogor

BOGOR, (KM) – PT Inti Tirta Sari Makmur diketahui memproduksi Minuman Keras (Miras) yang terletak di kampung Lio Baru, Desa Sanja, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, hingga kini masih beroperasi meskipun telah memasuki bulan suci ramadhan 1436 H.

Menurut salah seorang petugas keamanan dilokasi, yang enggan menyebutkan namanya menuturkan, memang benar perusahaan penghasil miras itu masih beropasi, walaupun saat ini bulan suci ramadhan tapi tidak tahu kenapa masih memproduksi minuman berakohol tersebut. “Iya mas setahu saya sihh, PT ini masih saja tetap beroperasi sejak dua tahun terakhir,” tegasnya kepada kupasmerdeka.com, Kamis (25/6/2015).

Ia menambahkan, semenjak 2 tahun terakhir beroperasi kembali pasca ditutup paska oleh anggota DPRD dan Polres Bogor pada tahun 2011 silam atas ditemukannya bahan oplosan berupa pupuk urea.

“Setahu saya perusahaan ini masih dapat memproduksi miras dari 500-1000 botol dalam seharinya. Karena produksi nya tergantung pesanan dari daerah-daerah luar Bogor,” ungkapnya.

Advertisement

Sementara itu, Ketua I Persatuan Umat Islam (PUI) Kabupaten Bogor, Sinwan MZ menegaskan, meskipun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor saat ini sedang gencar-gencarnya menerapkan operasi Nongol Babat (Nobat), tapi disatu sisi lain ada sebuah pembiaran pabrik yang telah beroperasi dengan memproduksi miras berskala banyak. Menurutnya, hal ini dapat dijadikan Pekerjaan Rumah (PR) Kapolres Bogor baru, Kepala Kejasaan baru, dan ini menjadi tantangan oleh pihak aparat penegak hukum tersebut. Terlebih, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol
PP) Kabupaten Bogor, diklaim tetap menutup sebelah mata terkait persoalan tersebut.

“Karena menurut saya, enggak mungkin yang nama nya petugas Pol PP ditingkat Kecamatan Citeureup itu tidak mengetahui bahwa ada perusahaan yang memproduksi miras dibulan ramadhan. Saya pun meminta kepada Bupati Bogor HJ, Nurhayanti, untuk mengintruksikan serta menindak tegas perusahaan itu,” tandasnya. (Sahrul)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*